"Bukan Sekadar Mengejar Juara, Perjalanan Dalam Menemukan Makna Dalam Setiap Langkah"
SMA Negeri 1 Tasikmalaya
Bengkulu, 25 April 2025 – Perkenalkan Namanya Riza Aditya Nur Fauzi, atau akrab disapa Riza maupun Iza. Sejak usia dini, perjalanan hidupnya telah diwarnai dengan berbagai tantangan kecil yang perlahan membentuk jiwanya. Ia masih mengingat jelas masa-masa di taman kanak-kanak, ketika rasa percaya dirinya seolah runtuh hanya karena belum pernah memenangkan lomba mewarnai. Namun justru dari titik rendah itulah, Riza memulai langkahnya. Ia menyadari bahwa setiap proses, sekecil apa pun, adalah pijakan awal menuju perubahan besar.
Memasuki bangku sekolah dasar, keberanian mulai tumbuh dalam dirinya. Ia mencoba berbagai lomba dari calistung, baca puisi, mendongeng, hingga olimpiade IPA. Meski belum pernah berhasil lolos hingga tingkat kota, semangatnya tak padam. Riza belajar satu hal penting: kalah bukan akhir dari segalanya. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus tumbuh dan berkembang.
Tantangan berikutnya datang saat ia menargetkan masuk ke SMP favorit melalui jalur olimpiade. Sayangnya, ia hanya meraih peringkat ketujuh satu tingkat di bawah batas kelulusan. Ia gagal, namun tak menyerah. Dengan tekad kuat, Riza tetap masuk ke sekolah impiannya melalui jalur zonasi, meski rumahnya cukup jauh dari lokasi sekolah dan ia berada di urutan akhir penerimaan.
Tahun-tahun SMP dilalui di tengah pandemi. Bukan masa yang mudah, tetapi justru di situlah ia dipertemukan dengan guru-guru hebat, sahabat-sahabat setia, dan kakak kelas yang menjadi inspirasi. Ia mulai mengikuti OSN IPS, meski kembali belum berhasil di tingkat kota. Namun, semangatnya tak tergoyahkan. Ia terus berlatih, terus mencoba. Lomba demi lomba ia jalani, mulai dari tingkat nasional hingga akhirnya meraih juara pertama Olimpiade IPS Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama timnya.
Riza juga menjajal kompetisi lain seperti pidato, sajak, cerdas cermat, hingga dipercaya menjadi Ketua Umum MPK dan Hartaka II Pramuka. Semua peran itu mengasahnya dalam kepemimpinan, pemecahan masalah, berpikir kritis, serta kemampuan berbicara di depan publik.
Ketika lulus, ia tidak hanya meraih peringkat pertama di angkatannya, tetapi juga menjadi siswa dengan prestasi non-akademik terbanyak. Riza meyakini bahwa apa yang kita inginkan belum tentu baik untuk kita, dan sebaliknya, yang tidak kita inginkan bisa jadi membawa berkah. Namun, perjuangannya belum usai. Ketika masa memilih SMA tiba, Riza dilanda kebingungan dan keraguan hingga jatuh sakit. Ia akhirnya masuk ke sekolah yang sebelumnya tidak ia pertimbangkan, karena merasa dirinya belum cukup mumpuni. Awal masa SMA terasa berat, tetapi ia tidak menyerah. Guru-guru yang percaya padanya menjadi cahaya yang menguatkan keyakinannya bahwa ia memiliki potensi besar.
Ia mulai menemukan keseimbangan antara akademik dan organisasi. Riza pun menemukan bakat-bakat baru dalam debat, menjadi content creator, serta terpilih sebagai duta sekolah hingga tingkat nasional. Salah satu momen penting dalam perjalanannya adalah saat ia terpilih sebagai peserta Parlemen Remaja 2023. Meski dengan persiapan minim, ia berhasil lolos, membuktikan bahwa keyakinan, dukungan, dan kerja keras mampu menembus segala batas.
Riza kini memahami bahwa hidup bukan tentang selalu menjadi yang terbaik, tetapi tentang kemampuan untuk terus bangkit dan bertumbuh. Ia memilih untuk tidak membalas cemoohan dan hinaan yang datang padanya. Sebaliknya, ia menjadikan semua itu sebagai bahan bakar untuk terus meng-upgrade diri. Ia percaya, perjuangan yang tulus akan berbuah manis pada waktunya. Dalam setiap langkahnya, ia selalu melibatkan Allah, memohon restu orang tua dan guru, serta mengandalkan doa dari orang-orang yang menyayanginya.
Karena pada akhirnya, yang kita butuhkan bukanlah dunia yang mudah, melainkan hati yang kuat dan tekad yang tak pernah padam.
Akses Kisah Inspiratif Lainnya Melalui:
Penyunting: Jumadi Hasibuan
