Edukatif.id
Februari 22, 2025
Sari Yanti Pandiangan
Universitas Indonesia Membangun
Perkenalkan namaku Sari Yanti Pandiangan, seorang pejuang mimpi yang berasal dari keluarga sederhana, tetapi tekadku untuk terus belajar dan berjuang tidak pernah padam. Dulu, melanjutkan kuliah hanyalah angan-angan. Keterbatasan ekonomi menjadi penghalang besar. Ayahku bekerja sebagai montir bengkel dan tukang tambal ban, sementara ibuku pemilik warung kecil untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Namun, Tuhan membuka jalan. Aku mendapatkan beasiswa prestasi penuh dari Pelikan Komunitas Peduli Pendidikan Keuskupan Bandung, yang akhirnya membawaku ke jenjang universitas. Semester demi semester, aku tempuh dengan penuh perjuangan.
Aku tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif di berbagai perlombaan dan seminar. Bahkan, aku mencoba peran sebagai pembicara dalam beberapa kesempatan. Tuhan begitu baik, aku diberi kesempatan menjadi Finalis Duta Muda Indonesia DKI Jakarta 2024 dan melaju ke tingkat nasional sebagai Runner Up 1 Puteri Duta Pemimpin Indonesia 2024. Gelar ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga pintu rezeki yang membawaku berbicara di berbagai platform inspiratif.
Tak hanya itu, selama kuliah aku mencoba berbagai pencapaian, seperti Top 3 Indonesia Business Management Network Competition 2023, Top 10 Erlangga Business Concept Competition 2023, Semifinalis BPC Festival Nasional Wirausaha Muda Universitas Udayana 2023, serta Finalis PKM-Kewirausahaan dan BMC Tingkat Nasional.
Aku juga dipercaya sebagai pembicara dalam berbagai seminar, termasuk Sosialisasi dan Diskusi Studi Independent Bersama Great Edu MSIB Batch 6 di kampusku, Universitas Indonesia Membangun, serta berkolaborasi dengan Duta Pelajar Remaja Indonesia sebagai pemateri.
Selain akAku juga aktif di komunitas sosial sebagai Volunteer Pelita Intan Muda Tahun 2022 dan dipercaya menjadi Brand Ambassador Sheona Go.
Di semester akhir, aku berjuang menyelesaikan tugas akhir dan berhasil meraih predikat Cum Laude dengan IPK 4.00. Tampak sempurna, tapi di baliknya ada air mata dan doa tanpa henti. Aku harus membagi waktu antara kuliah dan menjaga warung Ibu saat kondisinya kurang sehat.
Di saat terberat, Tuhan Yesus menjadi kekuatanku. Setiap kali aku hampir menyerah, aku bertanya pada diriku sendiri: Jika aku menyerah, siapa yang akan melanjutkan mimpiku? Aku menyadari bahwa menyerah bukanlah jalan keluar yang tepat. Aku harus bangkit, terus berjalan, dan melangkah hingga mencapai garis finish.
Kini, aku masih terus berjalan di jalanku, menggenggam erat impian-impian yang ingin kucapai. Aku sadar, setiap perjuangan memiliki harga yang harus dibayar, tetapi aku yakin bahwa usaha yang dilakukan dengan ketulusan dan kerja keras akan membuahkan hasil terbaik.
Akses Kisah Inspiratif Lainnya Melalui:
@_edukatif.id @kabare.idn
Penyunting: Jumadi Hasibuan
