"Mendobrak Keterbatasan, Perjalanan Ody Dalam Riset Robotika Di Kanagawa"
Bengkulu, 4 Maret 2026 – Perkenalkan Dafit Ody Endriantono atau yang akrab disapa Ody, seorang pemuda dari Kota Kediri yang tumbuh dengan mimpi besar di tengah kesederhanaan. Sejak usia lima tahun, Ody harus kehilangan sosok ayah, meninggalkan sang ibu yang harus banting tulang bekerja sebagai karyawan pabrik demi menyambung hidup. Dibesarkan dalam asuhan neneknya, Ody tidak pernah menyangka bahwa langkah kakinya yang bermula dari gang-gang kecil di Kediri akan membawanya terbang jauh hingga ke Jepang.
Banyak yang mengira perjalanan Ody berjalan mulus, namun kenyataannya adalah sebuah perjuangan panjang melawan keterbatasan. Sebagai mahasiswa semester 6 di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), ia memberanikan diri terjun dalam persaingan ketat program pertukaran pelajar untuk riset robotika di Kanagawa Institute of Technology.
Dari 50 mahasiswa berbakat, Ody berhasil membuktikan taringnya dan terpilih sebagai satu dari tujuh orang yang lolos.
Ia membawa inovasi berupa Intelligent System untuk smart vacuum cleaner yang digerakkan oleh perintah suara. Berbeda dengan teknologi yang sudah ada, karya Ody selangkah lebih maju karena mampu membedakan jenis sampah dan bergerak otomatis menuju titik lokasi yang diinginkan penggunanya.
Keberanian Ody membuahkan hasil yang membanggakan. Risetnya berhasil dipresentasikan dalam ajang bergengsi Joint International Workshop 2025 on AI Engineering and Technology (AIET 2025) di Atsugi, Jepang.
Di sana, ia berdiri sejajar dengan mahasiswa dari Jepang, Thailand, dan Malaysia untuk memaparkan proyek inovatifnya di hadapan para periset terkemuka. Baginya, momen ini bukan sekadar tentang teknologi, tapi tentang pembuktian bahwa kesabaran dan kerja keras dari seorang anak keluarga sederhana mampu memecahkan batas mustahil.
Selama di Jepang, Ody tidak hanya berkutat pada risetnya sendiri. Ia terus haus akan ilmu, mempelajari pengembangan robot untuk sektor pendidikan, kesehatan, manufaktur, hingga pembuatan microchip. Ia bahkan mendapatkan kesempatan berharga untuk berkolaborasi dalam penulisan jurnal ilmiah bersama dosen pembimbing (sensei) di sana.
Kini, Ody menatap masa depan dengan tekad yang lebih bulat. Ia memiliki cita-cita besar untuk membawa Indonesia bersaing di kancah teknologi robotika dan kecerdasan buatan (AI) dunia. Baginya, perjalanan ini adalah pengingat bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk bersinar di panggung internasional. Ody telah bertransformasi dari seorang pemuda pemimpi menjadi agen perubahan yang ingin memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam pesatnya kemajuan teknologi masa depan.
