"Meniti Jalan Terjal, Menuju Titik Tertinggi Panggung Parlemen Remaja 2025"
Bengkulu, 27 November 2025 – Perkenalkan Muhammad Fattan Faydzulhaq, seorang siswa kelas 12 yang akrab disapa Fattan, telah jatuh cinta pada dunia organisasi sejak SMP. Ia tumbuh sebagai remaja yang bersemangat belajar tentang kepemimpinan dan public speaking. Perjalanan itu dimulai ketika ia dipercaya menjadi Wakil Ketua OSIS dan Ketua MPK, sebuah awal yang memupuk keberaniannya untuk melangkah lebih jauh. Namun, memasuki dunia SMA, segalanya berubah. Lingkungan baru, ritme baru, dan tuntutan yang lebih besar membuat langkahnya terasa berat.
Kegagalan pun datang silih berganti, saat ia mencoba mendaftar sebagai pengurus MPK, namun tidak terpilih. Fattan mencoba berbagai peluang di luar sekolah, mulai dari Parlemen Remaja dan Duta SMA. Tetapi dua tahun berturut-turut hasilnya kembali tidak berpihak padanya. Rasa kecewa itu seperti bayangan yang terus mengikuti setiap langkah.
Bermodalkan keberanian yang ia kumpulkan, Fattan mendaftar sebagai Wakil Ketua OSIS. Ia bukan pengurus OSIS, bukan pengurus MPK, hanya seorang siswa dengan tekad mengubah takdirnya. Melalui seleksi panjang dan proses penuh dinamika, ia akhirnya terpilih dengan suara unggul. Satu demi satu prestasi diraih, ia menjuarai berbagai lomba debat Bahasa Indonesia, termasuk Best Speaker LDBI Kabupaten Sukabumi. Selain itu Fattan aktif di organisasi nasional seperti Gensmart Indonesia, Youth Ranger Indonesia District Jakban, Green Generation Indonesia, dan mengikuti berbagai forum nasional dan internasional hingga menjadi fasilitator Forum Pelajar SDGs di MNC University.
Namun, puncak perjalanan itu tiba ketika ia akhirnya terpilih sebagai Peserta Parlemen Remaja DPR RI 2025. Berhadapan dengan ribuan peserta dari seluruh Indonesia, ia berhasil lolos hingga kegiatan akhir, bertemu dengan pelajar terbaik bangsa dan bertukar gagasan besar. Bahkan Fattan terpilih sebagai Peserta Terbaik Parlemen Remaja DPR RI 2025, sebuah hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Kini Fattan percaya bahwa hidup adalah rangkaian misteri yang Tuhan susun dengan cara yang indah. Semua luka dan kegagalan yang dulu terasa menyakitkan ternyata menjadi batu loncatan yang menguatkan.
