Edukatif.id
Mei 02, 2025
Sebastian Raditya Warih Laksono
SMA Kolese De Britto Yogyakarta
Bengkulu, 2 Mei 2025 – Perkenalkan Sebastian Raditya Warih Laksono seorang siswa yang saat ini menempuh pendidikan di SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Namun di balik senyum dan pencapaiannya hari ini, tersimpan kisah yang tak banyak diketahui orang oleh orang lain. Sejak kecil, Sebastian merasa dirinya tak memiliki bakat yang menonjol. Ia tumbuh dengan tubuh yang lebih besar dibandingkan teman-temannya, sesuatu yang pada akhirnya menjadi alasan mengapa ia menjadi sasaran empuk perundungan.
Di masa Sekolah Dasar, Sebastian tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba-lomba seperti teman-temannya. Ia sering bertanya dalam diam, "Apa sebenarnya kelebihanku?" dan "Apa yang membedakan aku dengan mereka selain berat badanku?". Puncak dari tekanan itu terjadi saat ia duduk di kelas 4. Selama satu tahun penuh, Sebastian mengalami perundungan yang membuatnya kehilangan rasa percaya diri. Ia tidak sanggup melawan perkataan yang menyakitkan.
Bahkan, dalam satu momen yang sangat kelam, ia menuliskan pada secarik kertas kecil, “Rasanya aku ingin mati saja.” Dan itu bukan sekadar tulisan, melainkan jeritan hati seorang anak yang merasa tak ada lagi tempat untuk bernaung.
Namun hidup membawanya pada titik balik. Saat memasuki bangku SMP, Sebastian memberanikan diri mengenal dunia organisasi. Padahal sebelumnya, ia sangat takut untuk sekadar berbicara dengan orang lain, bahkan gemetar jika diminta tampil di depan kelas. Tetapi entah dari mana datangnya keberanian, Sebastian mulai tertarik mendalami dunia organisasi. Pada tahun keduanya di SMP, ia dipercaya menjadi Ketua MPK, sebuah pencapaian besar bagi seseorang yang dulu begitu tertutup dan terpuruk.
Perjalanan itu berlanjut saat ia masuk SMA. Di sekolah barunya, ia kembali aktif berorganisasi dan menjadi salah satu dari sembilan anggota presidium, yakni jajaran pemimpin yang mengusung semangat. Tak hanya itu, Sebastian juga dipercaya sebagai Ketua Forum Komunikasi Pengurus OSIS Kabupaten Sleman tahun 2023.
Hal yang membuat perjalanan ini begitu bermakna yaitu, sebastian tidak pernah menganggap semua yang ia raih sebagai bentuk balas dendam terhadap mereka yang dulu membully nya, ia bahkan tidak menyimpan dendam sedikit pun. Sebaliknya, ia bersyukur telah dikuatkan melalui pengalaman pahit itu. Ia percaya bahwa semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk melayani orang lain.
Puncak kebanggaan sekaligus amanah besar datang ketika Sebastian dinobatkan sebagai Duta SMA Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2024. Namun, bagi Sebastian, itu bukan sekadar gelar. Ia memandangnya sebagai panggilan untuk lebih banyak memberi manfaat bagi sesama. Ia ingin menjadi cahaya yang bisa menerangi, penguat bagi mereka yang sedang berada dalam gelap.
Pesan Sebastian untuk seluruh pelajar di Indonesia "Ketika aku diberikan undangan menjadi narasumber edukasi online oleh tim edukatif.id, aku diberi pilihan untuk membuat kisah inspiratif atau tips and trick. Sebenarnya, sampai saat ini aku masih merasa belum layak untuk menggurui seorang pun. Namun, pada akhirnya aku bersedia membagikan kisahku karena aku ingin kalian semua yang merasa terkucilkan, merasa tidak punya apa-apa untuk dibanggakan, bisa merasa bahwa masih banyak mimpi yang harus kita kejar bersama. Duniamu belum berhenti, jadilah dirimu sendiri, jadilah yang terbaik versi kamu dan jangan pernah biarkan kamu termakan oleh definisi dirimu yang diciptakan orang lain. Karena, kalau aku bisa bangkit kamu pasti lebih bisa"
Akses Kisah Inspiratif Lainnya Melalui:
Penyunting: Jumadi Hasibuan
