Edukatif.id
Mei 24, 2025
Naysyilla Hamidah
MAN 1 Tasikmalaya
Bengkulu, 24 Mei 2025 – Kota Medan yang dikenal dengan julukan Kota Melayu Deli, menjadi saksi perjalanan istimewa Naysyilla Hamidah siswa MAN 1 Tasikmalaya yang berhasil melangkahkan kaki hingga ke ajang nasional bergengsi, Duta Siswa Indonesia. Tak disangka, ia terpilih menjadi salah satu delegasi yang mewakili Provinsi Jawa Barat dalam kompetisi tersebut.
Perasaan haru, bahagia, dan tak percaya menyatu menjadi satu. Bagaimana tidak, di sana ia bertemu dengan para pelajar hebat dari seluruh penjuru nusantara, dari Sabang hingga Merauke. Mereka adalah siswa-siswi terpilih, membawa potensi dan semangat luar biasa dalam ajang yang penuh inspirasi ini. Di tengah pencapaian luar biasa rekan-rekannya, sempat terbersit rasa tidak percaya diri. Namun, ia menyadari bahwa kepercayaan pada diri sendiri adalah kunci, dan ia pun berusaha semaksimal mungkin.
Perjalanan menuju Kota Medan tidaklah mudah. Ia harus menghadapi berbagai rintangan, mulai dari persoalan biaya hingga perizinan. Namun, ia bersyukur karena semua itu dapat ia lewati dengan kekuatan tekad dan dukungan doa. Salah satu momen paling menentukan dalam ajang tersebut adalah presentasi Program Kerja, yang menjadi penilaian utama dari para juri.
Tepat pada tanggal 25 Januari, di hari ketiga masa karantina, seluruh grand finalis diminta mempresentasikan program kerja terbaik mereka. Pagi itu, rasa gugup menyelimuti dirinya. Dengan air mata yang jatuh perlahan, ia menghubungi sang ibu untuk meminta doa. Di tengah kegelisahan, ia teringat pesan gurunya di pondok pesantren yaitu, “Ingat, antara usaha dunia dan langit harus seimbang.”
Sementara peserta lain sibuk mempersiapkan presentasi masing-masing, ia memilih duduk tenang di bawah anak tangga, membaca surat Al-Waqiah. Hingga akhirnya, namanya dipanggil oleh panitia. Dengan langkah mantap, ia maju ke depan dan mempresentasikan program kerjanya. Para juri menyimak dengan seksama, hanya mengangguk, dan salah satu dari mereka berucap singkat namun penuh makna, “Cocok.”
Keesokan harinya, tibalah saat pengumuman. Ia sudah pasrah dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Namun, tak disangka namanya disebut pertama kali sebagai salah satu dari Top 6 Grand Finalis Duta Siswa Indonesia. Ia pun naik ke panggung dengan mata berkaca-kaca, penuh rasa syukur dan haru.
Sebagai salah satu dari enam besar, ia kembali diminta mempresentasikan program kerjanya di hadapan seluruh tamu undangan, juri, dan para finalis. Alhamdulillah, presentasi berjalan lancar dan pertanyaan yang diajukan pun bisa dijawab dengan baik.
Tiba saat pengumuman puncak: “Siapakah yang akan menjadi Duta Siswa Indonesia Utama 2025?” Detik demi detik terasa begitu menegangkan. Ia dan rekannya dari provinsi lain saling menggenggam tangan, menanti hasil akhir dengan harapan yang membuncah. Mahkota utama akhirnya dianugerahkan kepada perwakilan dari Jawa Timur.
Namun, harapannya tak sirna. Ia dinobatkan sebagai Duta Siswa Indonesia Pendidikan Putri 2025, posisi runner-up yang sangat membanggakan. Sebuah pencapaian luar biasa yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, anak dari pelosok negeri, berdiri tegak di panggung nasional, bersaing dengan ratusan siswa terbaik se-Indonesia.
Dengan penuh syukur, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih mimpi. Bahwa kerja keras, doa, dan keyakinan mampu membuka jalan menuju prestasi gemilang
Akses Kisah Inspiratif Lainnya Melalui:
Penyunting: Jumadi Hasibuan
