Edukatif.id
Mei 04, 2025
Muhammad Raffa Al Fayed
Founder Naladiri
Bengkulu, 4 Mei 2025 – Perkenalkan Muhammad Raffa Al Fayed, seorang pelajar kelas 12 yang tengah berdiri di ambang gerbang akhir masa SMA nya. Namun sejatinya, ini baru awal dari perjalanan panjang perjuangannya. Kisahnya dimulai sejak ia duduk di bangku kelas 7 SMP. Saat itu, ia menerima beasiswa penuh dari sebuah lembaga kemanusiaan sebuah anugerah besar yang seharusnya membimbingnya selama lima tahun, dari SMP hingga lulus SMA akselerasi. Tapi takdir berkata lain. Di tahun keempat, Raffa membuat keputusan besar yang mengejutkan banyak pihak yaitu, ia memilih untuk mengundurkan diri.
Pertanyaan pun berdatangan. "Kenapa?"
itulah pula pertanyaan yang berkali-kali ia lontarkan kepada dirinya sendiri. Namun dalam perenungan panjang, Raffa sampai pada satu kesadaran, ia tidak bisa mengendalikan lingkungan sekelilingnya, hanya bisa mengontrol dirinya sendiri. Di titik itu, ia merasa tercekik, terperangkap dalam lingkungan yang tak lagi selaras dengan pertumbuhan jiwanya. Entah dirinya yang telah menjadi racun, atau justru sekelilingnya yang mengikis ketenangan batinnya. Maka ia mengambil langkah yang berat, namun perlu yaitu pergi, untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Saat itu, ia menjabat sebagai ketua OSIS. Namanya sedang naik daun, namun dari situ pula ia belajar, bahwa mencintai diri sendiri jauh lebih penting daripada sekadar validasi dari orang lain. Ia memilih untuk tidak kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Banggai. Sebaliknya, ia memutuskan hijrah ke Palu. Di kota asing itu, ketakutan sempat menyelimuti nya karena takut tidak memiliki teman, tanpa keluarga, dan tanpa pegangan. Namun semesta selalu punya caranya sendiri untuk menyambut mereka yang berserah, namun tak pernah berhenti bergerak.
Di lingkungan barunya, Raffa dipertemukan dengan orang-orang baik. Ia mulai mengenali versi dirinya yang lebih jujur, lebih kuat. Tahun pertamanya di Palu pun membuahkan hasil, ia meraih gelar Putera Sulawesi Tengah Berbakat 2023 dalam ajang Putera Puteri Sulawesi Tengah. Tak lama kemudian, ia menyabet Juara 3 dalam lomba speech nasional di Bogor dalam Education Festival 2023.
Tahun 2024 menjadi masa di mana benih mimpi yang ia tanam mulai menuai hasil. Raffa terpilih sebagai Parlemen Remaja 2024 mewakili Sulawesi Tengah, menjadi Delegasi Forum Pelajar Indonesia 2024, masuk dalam 100 Ketua OSIS Terbaik se-Indonesia di Universitas Indonesia, serta meraih Juara 1 Lomba Essay Ilmiah Nasional OHARA 2024. Tak berhenti di sana, ia juga menyabet Juara 1 Debat Kota Palu di UIN Datokarama Palu, menjabat sebagai Ketua Forum OSIS Kota Palu, dan menjadi bagian dari Forum OSIS Nasional.
Namun di balik deretan prestasi itu, ada satu pencapaian yang baginya paling bermakna, sebuah karya yang lahir dari luka masa kecil dan air mata yang dulu hanya mampu ia pendam yaitu Naladiri.
Naladiri lahir pada tahun 2022, saat Raffa masih bersekolah di tempat lamanya. Ia mendirikannya sebagai platform edukasi mengenai kesehatan mental dan bullying, dua hal yang pernah begitu dekat menyakitinya. Sejak SD, ia kerap menerima perlakuan yang membuatnya merasa tidak aman bahkan terhadap dirinya sendiri. Ia tumbuh dalam diam dan tangis, tanpa tahu bagaimana cara menyuarakan luka-lukanya.
Hingga akhirnya, ia menyadari satu hal penting, bahwa isu kesehatan mental bukanlah aib, melainkan tanggung jawab bersama. Ia mulai menulis opini, lalu membuat podcast. Pada tahun 2023, Naladiri berkembang melalui gerakan “NALAKITA” (Nuntun Anak dengan Kesehatan Mental yang Terintegrasi) dan kampanye “NA-LOUD”. Hingga hari ini, Naladiri telah mengedukasi lebih dari 600 anak di Kota Palu, dan akan terus memperluas jangkauan dan dampaknya.
Bagi Raffa, Naladiri bukan sekadar proyek. Ia adalah proses penyembuhan jembatan yang menghubungkan luka lama dengan cahaya masa depan. Di setiap forum, seleksi, dan pencapaian nasional yang ia ikuti, ia membawa satu hal utama yaitu gagasan tentang kesehatan mental yang lebih adil dan dekat dengan generasi muda Indonesia.
Tak pernah ia bayangkan, dari luka yang dulu ia bawa dalam diam, kini ia bisa menyalakan cahaya bagi orang lain. Hari ini, Raffa masih terus berjuang. Namun ia tak lagi sendiri,
Ia punya mimpi dan tekad serta yang paling penting, ia tahu satu hal bahwa ia cukup bahkan ketika tak ada yang mendukung, ia tetap cukup.
Akses Kisah Inspiratif Lainnya Melalui:
Penyunting:Jumadi Hasibuan
