“Dengan Berjuang Pasti Akan Menang"
MAN 2 TASIKMALAYA
Berawal dari aku yang bukan siapa siapa, Namun dengan tekad dan didikan dari orang tua, itu yang menjadi bekal ku menuju kesuksesan, sejak SD aku selalu di suruh mengaji oleh orang tua ku khususnya mamah, mamah yang selalu mengingatkan aku untuk ngaji ngaji dan terus ngaji, tidak ada alasan untuk tidak ngaji, singkat cerita dengan didikan mamah tersebut aku menjadi sadar bahwa penting nya seorang orang tua yang mendidik anak nya, Pada akhirnya perjuangan ku membuahkan hasil saat itu aku menjadi juara umum lomba di desa ku lalu menjadi santri teladan 2 kali, tapi belum berhenti sampe disitu, setelah aku lulus dari SD aku di masukan ke pondok pesantren di Tasikmalaya dan jaraknya lumayan jauh dari garut, saat itu aku tetep menjadi orang yang merasa belum bisa menjadi apa apa tetapi aku sadar bahwa aku harus ada misi untuk bisa membanggakan kedua orang tua ku, pada ahir nya aku sekolah di MTS Cipasung Tasikmalaya, Disana aku tidak terlalu aktif dan ambis aku hanya bisa mengikuti arus keadaan saja walau kesadaran selalu menghantui jiwa dan raga, singkat cerita aku lulus dari MTS dan Melanjutkan Sekolah di MAN 2 Tasikmalaya, di sini aku mulai menemukan bumbu bumbu kehidupan, sedih dan senang nya mulai terasa dari semenjak aku bersekolah di MAN, aku mulai sadar bahwa aku belum bisa membahagiakan kedua orang tua ku, dari situ aku mulai berpikir harus bagaimana caranya supaya aku bisa bahagia kan mereka dengan bakat yang aku bisa, akhirnya aku mendapatkan petunjuk dan pengalaman baru, dari menjadi ketua angkatan di pondok pesantren sejak kelas 10 dan ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri untuk aku. Namun, semua ini harus dengan perjuangan dan tanggung jawab yang sangat besar. Tidak lama kemudian aku juga di percaya untuk menjadi wakil ketua OSIS, Keluarga ku ikut bahagia atas pencapaian ini, tapi bagi diri ku belum puas untuk membahagiakan mereka, singkat cerita aku naik ke kelas 11 di situ banyak yang merekomendasikan aku supaya mencalonkan menjadi Ketua OSIS tapi aku tidak terima begitu saja, aku meminta izin kepada orang tua. Setelah itu aku memutuskan untuk menjadi calon ketua OSIS dan akhirnya aku terpilih menjadi Ketua OSIS di MAN 2 Tasikmalaya.
Saat aku sedang sibuk sibuk nya dengan tugasku sebagai ketua OSIS, di situ aku dapet kabar mamah sakit, sehingga membuatku tidak fokus untuk bekerja di organisasi tapi dengan tekad yang kuat aku tetep jalani semua yang terjadi, namun hati sudah tidak merasa enak ingin selalu rasanya cepat pulang ke garut untuk bisa bertemu mamah tapi kondisi dan waktu yang tidak tepat, aku memutuskan pulang ke rumah, dan saat tiba di rumah kondisi mamah semakin memburuk mulai dari menjadi kurus, berjalan juga tidak bisa, bahkan makan juga tidak masuk, akhirnya aku rawat mulai dari masak makanan mamah, bahkan sampe minum juga aku siapin, dua minggu berjalan aku merawat mamah dan mamah mulai bisa berjalan dan pertumbuhan nya lumayan, dan aku memutuskan untuk pergi ke tasik lagi karena masih banyak tugas yang harus aku kerjakan, dan ketika sudah berjalan satu minggu aku di tasik setelah pulang dari garut, aku dapet kabar mamah di operasi, dan tidak lama kemudian dengan lapang dada mamah sudah meninggal dunia, jujur hati ini berat dan ikhlas, berat untuk menerima kenyataan dan ikhlas juga karena mungkin itu yang terbaik buat mamah, di sini aku banyak pelajaran bahwa hidup tanpa sosok ibu itu sangat lah tidak baik baik saja, yang menjadikan kita hebat adalah sosok orang tua terkhusus ibu yang sangat menyayangi kita. Kesuksesan itu tidak datang dua kali, maka raihlah dari sekarang selagi masih punya tenaga kuat dan pikiran sehat. yang masih ada orang tua bahagiakan lah mereka selagi ada, dengan cara apapun, dan untuk yang sudah tidak ada orang tua jangan pantang menyerah tetep berjuang kerena orang tua kalian tetep masih bisa melihat kalian dan ingin melihat anaknya sukses dan tumbuh lebih baik.
Akses Kisah Inspiratif Lainnya Melalui:
@_edukatif.id @kabare.idn
Penyunting:Jumadi Hasibuan
